Google

Friday, January 11, 2008

Mencicil Rumah atau Menabung Dulu?

Mencicil Rumah atau Menabung Dulu?

Jasa Renovasi Rumah Online

Assalamualaikum wr wb
Pak Gozali,

Nama saya Nurjanah. Saya sudah berkeluarga dan Insya Allah sebentar lagi dikaruniai buah hati. Saat ini kami masih tinggal di rumah kontrakan dengan harga sewa 12,5 juta per tahun. Sejak awal pernikahan 2,5 tahun lalu, kami sudah mulai menabung dan Alhamdulillah sekarang kami sudah memiliki Rp 45 juta rupiah. Dengan tabungan tersebut, kami bermaksud menggunakannya sebagai uang muka cicilan rumah seharga Rp 300 juta rupiah.

Tetapi setelah mengunjungi beberapa bank, kami menjadi ragu. Sebab, untuk kredit selama 15 tahun, bunganya saja hampir sama dengan harga rumah itu sendiri. Akhirnya, kami menunda niat kami untuk mencicil rumah dan berpikir untuk menabung/berinvestasi dulu. Sebulan terakhir, kami menginvestasikan dana kami sebesar Rp 10 juta di reksadana saham, Rp 15 juta di reksadana campuran, Rp 10 juta di deposito, dan sisanya di tabungan biasa. Untuk ke depannya, kami pun terus berinvestasi dan menabung dengan harapan dua sampai tiga tahun ke depan kami dapat membeli rumah seharga 300-350 juta rupiah tunai.

Nah, yang ingin saya tanyakan:
1. Bisakah dengan berinvestasi dan terus menabung, bisa mengejar harga properti seperti sekarang ini?
2. Komposisi investasi seperti apakah yang dapat menghasilkan return optimal dengan tidak melupakan faktor risikonya?
Sebagai tambahan informasi, pendapatan kami sebulan tujuh juta rupiah. Mohon penjelasannya. Terima kasih.

Nurjanah

Waalaikumussalam wr wb
Ibu Nurjanah,
Saya salut dengan konsistensi Anda dalam melakukan program menabung untuk bisa memiliki rumah sendiri. Dengan dana sebesar Rp 45 juta, memang sudah cukup memadai untuk dijadikan uang muka kredit kepemilikan rumah (KPR). Bahkan untuk beberapa bank, besarnya uang muka ini bisa untuk nilai rumah sampai Rp 450 juta.

Jika Anda memilih untuk mencicil selama 15 tahun, memang wajar sekali jika total uang yang Anda bayarkan menjadi dua kali lipat dari harga rumah itu sendiri, bahkan lebih. Jika saat ini Anda memilih untuk berinvestasi saja dan menunggu sampai cukup dana untuk membeli rumah secara tunai, strategi itu juga tidak ada salahnya untuk dilaksanakan. Apalagi jika Anda selama ini sudah berinvestasi ke dalam reksadana saham dan campuran, karena potensi hasilnya bisa melebihi kenaikan rata-rata harga properti. Jadi Anda tidak perlu khawatir investasi Anda terkalahkan oleh investasi.

Yang mungkin perlu Anda pertimbangkan adalah masalah lokasi dan unit rumah yang akan Anda beli. Mengingat rumah adalah benda yang 'menempel' pada tanah alias tidak bisa dipindah-pindah, maka Anda bukan hanya membeli bangunannya, tapi lebih penting lagi yaitu membeli lokasinya. Biasanya, lama kelamaan, lokasi rumah yang dijual akan semakin menjauh dari pusat kota.

Jadi, kalau Anda tidak membeli rumah sekarang, Anda masih bisa membeli dengan harga yang relatif sama nilainya di masa depan, tapi Anda tidak bisa membeli di lokasi yang sama. Kalau saat ini memang belum menetapkan lokasi yang pasti, saya sarankan tetap berinvestasi dan beli rumahnya secara tunai saja dalam waktu beberapa tahun ke depan. Mengenai investasinya, Anda masih bisa tambah deposito sampai 20-30 juta rupiah. Sisanya bisa diinvestasikan di reksadana campuran dan saham dengan penempatan mayoritas di reksadana campuran. Hal ini karena Anda memiliki tujuan dalam jangka pendek, namun perlu return yang tinggi untuk bisa segera memiliki rumah sendiri.

Tapi kalau Anda sudah memilih lokasi yang pasti, tidak ada salahnya Anda tetap mengambil KPR sekarang. Anda bisa menjalankan program pelunasan dipercepat sehingga besarnya bunga yang dibayarkan tidak terlalu besar. Caranya adalah dengan membayar tambahan cicilan setidaknya satu tahun sekali (sebelum ulang tahun akad kredit), dan minta agar bank menghitung kembali cicilan Anda di tahun depan. Jika Anda membayar lebih besar dari yang seharusnya, cicilan Anda di tahun depan akan lebih kecil lagi. Jika hal ini terus-menerus dijalankan, KPR Anda akan lebih cepat lunas, dengan beban bunga yang juga lebih kecil.

Jasa Renovasi Rumah Online


Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

1 comment:

renovasi rumah said...

kalau saya lebih baik mencicil..tabungan selalu saja habis...lbh baik cicil biar jelas pengeluaran saya di pakai tuk apa